Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran bersama Ibu Maratu Shalikhah, S.Pd., M.Pd. Senin, 18 Mei 2026
Kegiatan Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran adalah kegiatan berbagi praktik baik, pelatihan, atau pendampingan dalam pemanfaatan teknologi digital untuk mendukung proses pembelajaran di sekolah. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan guru dan tenaga pendidik dalam menggunakan media dan perangkat digital, seperti IFP (Interactive Flat Panel), aplikasi pembelajaran, platform pendidikan, serta teknologi pendukung lainnya agar pembelajaran menjadi lebih interaktif, efektif, dan inovatif. Dalam pelaksanaannya, kegiatan pengimbasan dapat berupa:
Pelatihan penggunaan perangkat digital pembelajaran
Berbagi praktik baik antar guru
Simulasi pembelajaran berbasis teknologi
Pendampingan penggunaan aplikasi pendidikan
Workshop pembuatan media pembelajaran digital
Demonstrasi penggunaan IFP di kelas
Melalui kegiatan ini diharapkan guru mampu menerapkan pembelajaran digital yang kreatif, menarik, serta mendukung peningkatan kualitas pendidikan di sekolah. Tujuan Pengimbasan Digitalisasi Pembelajaran Menggunakan IFP (Interactive Flat Panel) :
Meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital di kelas.
Membantu guru dalam menciptakan pembelajaran yang interaktif, menarik, dan inovatif menggunakan IFP.
Meningkatkan kemampuan guru dan peserta didik dalam penggunaan teknologi informasi dan komunikasi dalam proses belajar mengajar.
Mendorong terciptanya pembelajaran berbasis digital yang lebih efektif, kolaboratif, dan kreatif.
Mengembangkan keterampilan abad 21 peserta didik seperti berpikir kritis, komunikasi, kolaborasi, dan kreativitas.
Menjadi sarana berbagi praktik baik penggunaan media pembelajaran digital antar guru di lingkungan sekolah.
Mendukung transformasi pendidikan menuju sekolah yang adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Meningkatkan motivasi dan partisipasi peserta didik dalam kegiatan pembelajaran melalui media interaktif.
Mengoptimalkan penggunaan fasilitas sekolah berupa Interactive Flat Panel (IFP) sebagai media pembelajaran modern.
Mewujudkan budaya pembelajaran digital yang inovatif dan berpusat pada peserta didik.
Tim Wicaka Media
Suasana Berbeda, MBG di Sekolah Hadir dengan Konsep Prasmanan yang Disambut Antusias Senin, 18 Mei 2026
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah kali ini terasa berbeda dari biasanya. Jika sebelumnya makanan dibagikan langsung dalam kotak saji, kali ini MBG disajikan dengan konsep prasmanan yang membuat suasana makan bersama menjadi lebih menarik dan menyenangkan. Kegiatan berlangsung tertib dengan pendampingan dari tim SPPG dari Mergangsang 2 Sejak awal pelaksanaan, para siswa tampak antusias mengikuti kegiatan. Dengan penuh semangat, anak-anak berbaris rapi dan bergantian mengambil menu makanan yang telah disediakan. Menu MBG hari ini terdiri atas nasi, mie goreng, cah sayur, ayam goreng tepung, tahu, dan buah semangka. Seluruh hidangan tersaji dengan baik dan dinikmati bersama oleh seluruh warga sekolah. Suasana kebersamaan dan kedisiplinan terlihat selama kegiatan berlangsung. Konsep prasmanan ini tidak hanya memberikan pengalaman baru bagi para siswa, tetapi juga melatih budaya antre, kemandirian, serta sikap tertib saat mengambil makanan. Para siswa tampak senang dapat memilih dan mengambil makanan sendiri dengan tetap menjaga ketertiban. Pelaksanaan MBG dengan suasana berbeda ini diharapkan dapat semakin meningkatkan semangat siswa dalam menjalani pola hidup sehat serta menumbuhkan kebiasaan makan bergizi di lingkungan sekolah. tim Wicaka Media
Eksplorasi Sejarah dan Budaya: Kokurikuler SMPN 4 Yogyakarta Angkat Tema "Yogyakarta Lumbung Budaya" Senin, 18 Mei 2026
SMP Negeri 4 Yogyakarta, 18 Mei 2026 – Dalam rangka memperkuat kecintaan siswa terhadap warisan leluhur, SMPN 4 Yogyakarta kembali menggelar kegiatan kokurikuler pada Semester 2 tahun ajaran ini. Berlangsung selama hari efektif sekolah sejak tanggal 6 Mei hingga 18 Mei, kegiatan kali ini mengusung tema "Yogyakarta Lumbung Budaya" dengan sub-tema "Menjaga Kearifan Lokal". Melalui kegiatan ini, para siswa diajak untuk keluar dari ruang kelas dan belajar langsung dari kekayaan sejarah serta budaya yang ada di Daerah Istimewa Yogyakarta. Penjelajahan Berbasis Pengalaman: Candi Ratu Boko dan Museum SonobudoyoUntuk memaksimalkan pengalaman belajar, kegiatan eksplorasi dibagi menjadi dua destinasi utama sesuai dengan tingkatan kelas:
Kelas 7: Menyusuri Jejak Sejarah di Candi Ratu Boko
Siswa kelas 7 mendapatkan kesempatan istimewa untuk mengeksplorasi kompleks Candi Ratu Boko. Di lokasi perbukitan yang bersejarah ini, para siswa mengamati langsung sisa-sisa kemegahan arsitektur masa lampau, tata ruang keraton kuno, serta nilai-nilai filosofis yang terkandung di dalamnya.
Kelas 8: Menyelami Mahakarya di Museum Sonobudoyo
Sementara itu, siswa kelas 8 diajak untuk menjelajahi Museum Sonobudoyo. Di museum kebudayaan Jawa terlengkap ini, para siswa mengamati berbagai koleksi berharga mulai dari keris, wayang, batik, hingga artefak kuno yang menceritakan perjalanan panjang peradaban masyarakat Nusantara. Integrasi Lintas Mata PelajaranKegiatan kokurikuler ini bukan sekadar jalan-jalan biasa. Temuan yang didapatkan siswa di lapangan diintegrasikan secara komprehensif ke dalam empat mata pelajaran (mapel) sekaligus, yaitu:
Pendidikan Pancasila: Siswa menganalisis keberagaman budaya, agama, dan suku bangsa Indonesia yang tercermin dari peninggalan sejarah di candi maupun koleksi museum.
Seni Budaya: Siswa mengidentifikasi ragam kesenian tradisional, khususnya instrumen musik daerah seperti gamelan yang menjadi identitas luhur kebudayaan Yogyakarta.
Bahasa Inggris: Siswa mempraktikkan materi Directions (petunjuk arah) dengan membuat rute perjalanan atau panduan arah dalam bahasa Inggris terkait area candi dan museum.
Informatika: Sebagai bentuk laporan akhir, siswa ditantang membuat konten digital yang kreatif (seperti poster digital, infografis, atau vlog) untuk mempublikasikan hasil temuan mereka selama kegiatan berlangsung.
Mewujudkan Profil Lulusan yang UnggulSelain aspek akademik, kegiatan kokurikuler "Yogyakarta Lumbung Budaya" dirancang secara khusus untuk membentuk karakter siswa sesuai dengan Profil Pelajar Pancasila. Fokus utama dalam kegiatan kali ini meliputi:
Kewargaan: Menumbuhkan kesadaran diri sebagai warga negara yang bangga dan bertanggung jawab dalam melestarikan kebudayaan lokal di tengah arus globalisasi.
Kreatif: Melatih kemampuan berpikir out of the box dalam menerjemahkan data sejarah menjadi karya atau konten digital yang menarik.
Komunikasi: Mengembangkan keterampilan menyampaikan gagasan, baik saat bekerja sama dalam kelompok maupun saat mempresentasikan hasil laporan lintas mata pelajaran.
Melalui sinergi antara pembelajaran kontekstual di luar kelas dan integrasi mata pelajaran, SMPN 4 Yogyakarta berharap para siswa tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga tumbuh menjadi generasi yang berbudaya, komunikatif, dan siap menghadapi tantangan zaman tanpa melupakan akar kearifan lokalnya.
Tim WICAKA Media
PEMBEKALAN IMPLEMENTASI PENDIDIKAN KHAS KEJOGJAAN (PKJ) bersama : Drs. MARSONO, MM. Pengawas DINDIKPORA
Memperkuat Jati Diri Generasi Penerus Melalui Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) bersama Bapak Drs. Sumarsono, MM.
SMP Negeri 4 Yogyakarta, 5 Mei 2026 – Budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi karakter bagi generasi masa depan. Semangat inilah yang diusung dalam sosialisasi Pendidikan Khas Kejogjaan (PKJ) yang baru saja diselenggarakan di SMP Negeri 4 Yogyakarta. Acara ini menghadirka, Bapak Drs. Sumarsono, MM., sebagai narasumber yang sekaligus Pengawas di SMP Negeri 4 Yogyakarta. Sebagai sosok yang berdedikasi tinggi terhadap dunia pendidikan di DIY, beliau memaparkan secara mendalam bagaimana nilai-nilai luhur Yogyakarta diintegrasikan ke dalam kurikulum sekolah. Menanamkan Nilai Ngarsa Sung TuladaDalam pemaparannya, Bapak Sumarsono menekankan bahwa PKJ bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan roh dari proses belajar mengajar di wilayah Yogyakarta. Implementasi PKJ bertujuan untuk membentuk siswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki karakter yang berlandaskan filosofi:
Hamemayu Hayuning Bawana: Menjaga keserasian dan kelestarian dunia.
Sangkan Paraning Dumadi: Menyadari asal dan tujuan hidup melalui perilaku yang mulia.
Manunggaling Kawula Gusti: Semangat persatuan dan pengabdian.
"Pendidikan di Yogyakarta harus mampu melahirkan generasi yang 'berbudaya'. Artinya, siswa tidak hanya cerdas, tapi juga memiliki unggah-ungguh, etika, dan kepedulian sosial yang tinggi," ujar Bapak Sumarsono, MM. di sela-sela materinya. Implementasi di Wilayah YogyakartaSebagai pengawas di SMP N 4 Yogyakarta, Bapak Sumarsono juga berbagi pengalaman menarik dalam proses penyusunan buku pandua PKJ untuk jenjang TK, SD, SMP. Sosialisasi ini mencakup penguatan aspek kearifan lokal, mulai dari penggunaan bahasa Jawa yang santun, pengenalan sejarah lokal, hingga penerapan nilai-nilai gotong royong dalam ekosistem sekolah. Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh warga sekolah, baik guru maupun karyawan, dapat menjadi agen perubahan yang mampu mentransfer nilai-nilai Jogja Istimewa kepada seluruh peserta didik. Menuju Generasi BerkarakterKepala SMPN 4 Yogyakarta, Ari Wardhani, S.T., M.Pd. menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Bapak Sumarsono atas ilmu dan wawasan yang dibagikan. Dengan adanya sosialisasi ini, sekolah berkomitmen untuk terus mendukung program pemerintah daerah dalam melestarikan identitas budaya melalui jalur pendidikan formal. Semoga dengan penguatan PKJ ini, siswa-siswi kita tumbuh menjadi pribadi yang modern secara pemikiran, namun tetap rendah hati dan berpijak pada akar budaya mereka sendiri.
Tim WICAKA Media
MEMPERINGATI HARI PENDIDIKAN NASIONAL Sabtu, 2 Mei 2026
Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) yang jatuh pada tanggal 2 Mei 2026, SMP Negeri 4 Yogyakarta melaksanakan upacara bendera dengan tertib, khidmat, dan penuh makna di halaman sekolah. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh warga sekolah, mulai dari peserta didik, guru, tenaga kependidikan, hingga jajaran manajemen sekolah. Peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun 2026 mengusung tema “Menguatkan Partisipasi Semesta Mewujudkan Pendidikan Bermutu untuk Semua.” Tema ini menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah dan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat, termasuk orang tua, dunia usaha, dan lingkungan sekitar. Upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional tahun ini menjadi momentum penting untuk kembali meneguhkan komitmen bersama dalam memajukan pendidikan serta menumbuhkan semangat belajar, berkarya, dan berkarakter di lingkungan sekolah. Bertindak sebagai pembina upacara, Kepala SMP Negeri 4 Yogyakarta, Ari Wardhani, membacakan sambutan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026. Dalam amanat tersebut disampaikan pentingnya kolaborasi seluruh elemen pendidikan dalam mewujudkan pembelajaran yang berkualitas, inklusif, dan berorientasi pada pembentukan karakter peserta didik. Seluruh peserta upacara mengikuti rangkaian kegiatan dengan penuh kedisiplinan dan kekhidmatan. Mulai dari pengibaran bendera Merah Putih, pembacaan teks Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, hingga amanat pembina upacara, seluruh prosesi berjalan lancar dan tertib. Melalui peringatan Hari Pendidikan Nasional ini, keluarga besar SMP Negeri 4 Yogyakarta berharap semangat Hardiknas dapat menjadi penguat tekad untuk terus meningkatkan mutu pendidikan, membangun budaya belajar yang positif, serta mencetak generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan peduli terhadap lingkungan sekitar. Semangat kebersamaan dan partisipasi semesta diharapkan menjadi fondasi kuat dalam mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua. Tim WICAKA Media
SIMULASI AMAN BENCANA SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA Menanamkan Kesiapsiagaan Sejak Dini Jumat, 24 April 2026
Dalam rangka memperingati Hari Kesiapsiagaan Bencana 2026, SMP Negeri 4 Yogyakarta melaksanakan kegiatan Simulasi Aman Bencana sebagai bentuk komitmen sekolah dalam membangun budaya sadar dan tanggap terhadap risiko bencana. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Nomor 41 Tahun 2026 tentang Pelaksanaan Kegiatan Simulasi Evakuasi Bencana di wilayah DIY. Simulasi ini dirancang secara mandiri oleh Tim Satuan Pendidikan Aman Bencana (SPAB) Wicaka dengan skenario terjadi bencana gempa bumi yang pada saat kegiatan pembelajaran berlangsung. Kegiatan dimulai ketika sirene tanda bahaya pertama dibunyikan. Dalam hitungan detik, suasana belajar berubah menjadi situasi tanggap darurat. Seluruh siswa dan guru secara sigap melakukan prosedur perlindungan diri, seperti berlindung di bawah meja, menjauhi kaca, dan melindungi kepala. Tahapan ini menjadi momen penting untuk menanamkan refleks keselamatan sebagai respon awal saat terjadi gempa. Beberapa saat kemudian, sirene kedua dibunyikan sebagai tanda evakuasi. Dengan tertib dan tanpa panik, seluruh warga sekolah bergerak menuju titik kumpul yang telah ditentukan. Guru memastikan siswa tetap dalam kelompoknya, sementara tim evakuasi memantau jalur keluar agar tetap aman dan lancar. Proses ini menggambarkan pentingnya koordinasi, disiplin, dan kepemimpinan dalam situasi darurat. Di titik kumpul, dilakukan pendataan kehadiran untuk memastikan seluruh warga sekolah dalam kondisi selamat. Tim SPAB juga memberikan arahan singkat serta evaluasi terhadap pelaksanaan simulasi, guna meningkatkan kesiapan di masa mendatang. Melalui kegiatan ini, SMP Negeri 4 Yogyakarta tidak hanya melaksanakan instruksi kebijakan, tetapi juga menghadirkan pengalaman nyata bagi siswa dalam menghadapi bencana. Simulasi ini menjadi sarana edukasi yang efektif untuk menanamkan nilai-nilai mitigasi bencana, seperti kewaspadaan, ketenangan, kerja sama, dan kepedulian. Harapannya, seluruh warga sekolah memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi potensi bencana, serta mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dalam membangun budaya sadar bencana. Tim Wicaka Media
SOSIALISASI SATGAS ANTI PERUNDUNGAN 30 Oktober 2024
MONITORING DAN SURVEY DARI BPMP D.I.YOGYAKARTA 30 Oktober 2024
UPACARA PELANTIKAN OSIS PERIODE 2024/2025 DAN UPACARA HARI SUMPAH PEMUDA 28 Oktober 2024
HARI SUMPAH PEMUDA "MAJU BERSAMA INDONESIA RAYA" Semangat persatuan demi kemajuan bangsa dan menekankan pentingnya kolaborasi dikalangan pemuda Indonesia 28 Oktober 2024
JAKSA MASUK SEKOLAH Salah satu agenda tahunan sekolah, supaya siswa memahami akan pentingnya dasar hukum yang ada di Indonesia, khususnya di D.I.Yogyakarta. 25 Oktober 2024
LATIHAN KETERAMPILAN KEPRAMUKAAN PENGGALANG BUPER BABARSARI, 23-26 Oktober 2024
JUARA LOMBA TINGKAT III KWARCAB KOTA YOGYAKARTA PUSDIKLATCAB WIRADHARMA KWARCAB KOTA YOGYAKARTA, 13 Oktober 2024
MONITORING SKPI (SYARAT KECAKAPAN PRAMUKA ISTIMEWA) SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA Rabu, 9 Oktober 2024
STUDY WISATA KE BALI 2024
Sejak covid-19 awal tahun 2020 sampai sekarang awal tahun 2022, berarti sudah genap 2 tahun.selama pandemi covid-19 dan penerapan PPKM pihak sekolah baru bisa melaksanakan apel pagi dimasa pandemi awal tahun 2022 ini. Apel tersebut dilaksanakan dengan protokol kesehatan yang ketat sesuai apa yang dianjurkan oleh pemerintah. SMP Negeri 4 Yogykarta melaksanakan apel pagi pada hari ini senin, 24 januari 2022. Proses kegiatan apel pagi diSMP Negeri 4 Yogyakarta diikuti oleh seluruh siswa/i kelas IX beserta guru pengampu kelas IX diikuti oleh karyawan sekolah.
SEMINAR PENELITIAN GURU KEPADA PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA
Penerapan metode Problem Base Learning untuk meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis pada peserta didik
KEGIATAN PCR BAGI GURU KARYAWAN BESERTA SISWA/I SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA DARI PUSKESMAS DANUREJAN II
Kamis, 13 januari 22 || Puskesmas Danurejan II melaksanakan SWAB PCR bagi Guru/Karyawan beserta Siswa/i di SMP NEGERI 4 YOGYAKARTA.
SEMINAR PENELITIAN TINDAKAN SEKOLAH/KELAS
Sehubungan akan dilaksanakan seminar hasil Penelitian Tindakan Sekolah dengan judul "Peningkatan Kompetensi Guru dalam Optimalisasi Pemanfaatan Google Classroom untuk Pembelajaran yang Efektif dan Efisien melalui Workshop di SMP Negeri 4 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2021-2022" oleh Bapak Kepala Sekolah SURAMANTO, M.Pd dan Penelitian Tindakan Kelas dengan judul "Penerapan metode Problem Base Learning untuk meningkatkan Keterampilan Berfikir Kritis pada peserta didik kelas 9C SMP Negeri 4 Yogyakarta Tahun Pelajaran 2019/2020" oleh Ibu Bekti Prasetyaningsih, M.Pd., Seminar tersebut akan dilaksanakan pada :
Hari/Tanggal : Kamis, 13 Januari 2022 Jam : 13.00 WIB - selesai Tempat : Ruang Pertemuan SMP Negeri 4 Yogyakarta Acara : Seminar Penelitian Tindakan Sekolah/Kelas
Dimohon Semua Guru SMP Negeri 4 Yogyakarta untuk menghadiri/mengikuti seminar tersebut. Terima Kasih.